Menjelajahi Keindahan Budaya Wisata Kota Blitar

Kota Blitar adalah satu kota yang terdapat di bagian selatan daerah Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terdapat sekeliling 167 kilometer sisi barat kapasitas Surabaya serta 80 kilometer sisi barat apes. Blitar terkenal sebagai lokasi dimakamkannya kepala negara pertama Republik Indonesia, Sukarno.

Blitar ada sebagian identitas. Kota ini dinamai selaku Kota atlas (pemelihara Tanah Air) karna di bawah kepimpinanan Soeprijadi, angkatan atlas melaksanakan perlawanan akan Jepang buat pertama kalinya pada tanggal 14 Februari 1945 yang menginspirasi munculnya perlawanan menuju independensi di kawasan lain.

tidak cuma itu kota ini pula dinamai selaku Kota Koi, karna Ikan koi yang terkenal di Jepang bisa dibudidayakan sangat bagus di Blitar. dari puluhan tahun kemudian budidaya ikan koi sudah mendatangkan penghasilan miliaran rupiah buat para orang tani ataupun kawasan.

tidak bingung bila di salah satu ceruk Kota Blitar tercacak arca koi selaku ikon kebesarhatian serta “penanda” kota. sebagian area karyawan koi di Blitar terkonsentrasi di Kecamatan Selopuro, Nglegok, serta Sanankulon.

Blitar pula memiliki beraneka ragam kuliner istimewa yang bisa membikin lidah bergoyang. sebut saja Sego Pecel, sayur ikan laknat, Gudeg, Rujak Cingur, Wajik kletik, Es Pleret serta Es anjlok. beraneka ragam kuliner itu bisa ditemui di Blitar. Demikian juga tempat wisata di Blitar yang merupakan idola bagi para wisatawan.

asal usul Blitar

Dimulai pada ambang “kepemimpinan” Djoko kandungan, ataupun bupati Ariyo Blitar III, sekeliling tahun 1723 serta di bawah negara Kartasura Hadiningrat arahan Raja Amangkurat, Blitar jatuh ke tangan kolonialis Belanda. karna Raja Amangkurat meletakkan Blitar selaku kawasan kekuasaannya pada Belanda yang diduga sudah berjasa menolong Amangkurat dalam bentrokan senjata saudara termasuk bentrokan senjata atas Ariyo Blitar III yang berusaha meregang kekuasaannya. Blitar juga setelah itu beranjak kedalam kepalan adikara Belanda, yang sekalian memberhentikan keberadaan Kadipaten Blitar selaku kawasan pradikan.

Dalam kepalan Belanda, kaum Blitar melimpah mendapati beban. buat meredam perlawanan kaum Blitar, pada tahun 1906 rezim kolonial Belanda melontarkan satu buah Staatsblad van Nederlandche Indie Tahun 1906 Nomor 150 tanggal 1 April 1906, yang isinya ialah memutuskan pembuatan Gemeente Blitar. paksa pembuatan Gemeente Blitar inilah yang setelah itu dikukuhkan selaku hari lahirnya Kota Blitar.