3 Fakta Seputar Pernikahan Dini

3 Fakta Seputar Pernikahan Dini

Jasa Event Organizer Jakarta – Standar usia pernikahan di beberapa negara berbeda-beda, di Indonesia wanita yang berusia 25 tahun sudah terbilang cukup tua untuk melangsungkan pernikahan. Tapi melakukan pernikahan dini juga bukan pilihan yang tepat.

Berdasarkan jurnal penelitian, melakukan pernikahan dini membawa dampak negative terutama untuk wanita. Berikut ini dampak negative wanita yang menikah di usia dini:

  1. Berpotensi Mengalami Perceraian

Mayoritas wanita yang menikah dini berasal dari desa, dari hasil penelitian setidaknya mencapai 80%. Pernikahan dini yang dilakukan umumnya memicu perceraian sebanyak 31% di desa, angkanya jauh lebih tinggi daripada perceraian yang terjadi di kota sebanyak 20%.

Hasil penelitian menjelaskan jika wanita yang menikah saat berusia 20 tahun ke bawah, berisiko 3x besar lebih banyak untuk mengalami perceraian. Kondisi ini tentunya tidak menguntungkan untuk para wanita.

  1. Pendidikan Perempuan

Berdasarkan jurnal penelitian, ditemukan data jika wanita berpendidikan tinggi berisiko lebih rendah untuk mengalami perceraian setelah menikah. Berbeda dengan wanita yang kurang berpendidikan.

Wanita yang menikah muda umumnya ditentukan dari beberapa factor, termasuk pendidikan laki-laki, pendidikan perempuan, tempat tinggal dan status pekerjaan. Wanita yang berpendidikan tinggi mampu beradaptasi dengan baik dalam situasi apapun. Mereka juga bisa berpikir dengan lebih rasional, tidak melulu menggunakan emosi.

Mengejar pendidikan setelah menikah dini menjadi aktivitas yang sangat mahal bagi wanita, apalagi jika sudah hamil dan memiliki beberapa anak. Kesempatan untuk meraih pendidikan tinggi hanya tinggal impian kosong yang sulit untuk dilakukan.

  1. Tidak Mampu Mengembangkan Diri

Banyak wanita yang menikah di usia dini tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri. Pada umumnya, setelah menikah mereka akan disibukkan dengan kegiatan rumah tangga, terlebih bila sudah melahirkan dan memiliki beberapa anak.

Hanya sedikit saja wanita yang bisa mengembangkan diri dan meraih karier yang diinginkannya. Berbeda dengan wanita yang menikah di usia matang, mereka telah mengecap kehidupan social dan menjalani karier dengan baik. Para pria pun memberikan apresiasi yang lebih tinggi pada wanita yang hebat dan mampu membangun kariernya dengan baik.