Desa Fatumnasi dan Cagar Alam Gunung Mutis

Desa Fatumnasi dan Cagar Alam Gunung Mutis

Desa Fatumnasi dan Cagar Alam Gunung Mutis – Jika ingin mengunjungi Desa Fatumnasi sekaligus mendaki Gunung Mutis, Anda dapat mengambil angkot jurusan Kapan, dilanjutkan dengan ojek menuju Desa Fatumnasi. Desa ini berjarak 40 km dari Soe, dan merupakan pintu masuk menuju Cagar Alam Gunung Mutis. Jalan menuju Fatumnasi cukup terjal, beberapa bagian rusak parah. Lebih aman datang ke desa dengan menyewa jeep atau mobil 4WD jika berombongan, atau naik ojek jika sendiri. Beratnya perjalanan segera terobati dengan indahnya pemandangan sepanjang jalan. Pebukitan yang sebagian gundul kekuningan disela rerumputan hijau tempat kuda dan sapi merumput, lalu tebaran rumah adat berdinding dan beratap jerami sungguh memanjakan mata. Apalagi suasana sepanjang jalan sunyi menenangkan.

Anda akan melalui sebaris hutan cemara dengan bukit menguning di seberangnya, itulah wilayah Bola Palelo. Lalu bukit tambang marmer. Timor memang kaya bebatuan berharga seperti marmer, baik di bukit, pantai, maupun guanya. Ada baiknya jika berencana bermalam di Desa Fatumnasi atau mendaki Gunung Musi, Anda berbelanja dulu di Kapan. Pasar kapan merupakan tempat terakhir untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari karena di desa tak ada lagi warung. Jangan lupa membeli sirih, pinang, kapur dan tembakau sebagai buah tangan untuk Keluarga Ketua Adat Suku Mollo di Desa Fatumnasi. Di rumah ketua adat biasa pengunjung bermalam. Jika hendak mendaki Gunung Musi, bawalah penduduk sekitar sebagai penunjuk arah sekaligus pembawa barang.

Desa ini masuk Kecamatan Fatumnasi, berada di ketinggian 1150 meter dpl. Sedang Gunung Mutis berada pada 2247 meter dpl. Jadi suhu di desa lumayan dingin. Kantong tidur jadi bekal wajib. Masyarakat desa masih kuat menjunjung adat. Umumnya penduduk adalah petani yang menanam aneka sayuran, jagung, umbiumbian, kopi, juga padi gogo. Mereka juga memelihara kambing, sapi, kuda, kerbau. Sebagai tambahan, mereka mencari madu di hutan, sementara para ibu menenun kain. Mereka melakukan ritual khusus untuk memanggil lebah ke hutan atau saat memanen madu. Panen madu biasanya diadakan malam hari.

Sedang para ibu menenun kain dengan pola tertentu yang memiliki arti khusus. Butuh waktu sekitar 3-4 jam untuk mendaki Gunung Mutis dari Desa Fatumnasi. Pendakian dimulai dari padang sabana, kemudian memasuki hutan primer dengan pohon-pohon raksasa dan jalanan basah berlumut hingga mencapai hutan yang lebih kecil pohonnya, pertanda puncak semakin dekat. Sepanjang perjalanan kerap dijumpai kuda liar merumput di padang sabana, sesekali rusa timor muncul di sana, sedang suara cucak timor dan dara timor riuh mengiringi. Di puncak gunung Anda dapat melihat perbatasan Timor Leste di Enclave Oukusi. Jarak Oukusi dengan Gunung Mutis hanya 9 km.

Warga Setempat Minoritas Memiliki Genset Solar

Kondisi listrik di desa ini masih kurang stabil dan akibatnya warga sering mengalami pedaman listrik yang cukup lama. Bagi warga setempat yang mengenal mesin genset, mereka memiliki mesin tersebut dirumahnya sehingga jika terjadi pemadaman rumah mereka tidak terkena dampaknya seperti yang lain.

Harga genset vgen 25 kva di palembang dan Nusa Tenggara Timur terkadang mengalami naik turun, bagi warga yang ingin membeli tidak jarang memilih saat harga turun agar lebih murah dan tidak bikin kantong jebol.