Penggolongan Usia Menurut WHO yang Belum Diketahui Batasannya

Semakin bertambahnya jumlah penduduk, membuat adanya pembaharuan dari penggolongan usia menurut WHO.

Meningkatnya jumlah penduduk di setiap negara, terutama di Indonesia memang membuat rasanya dunia begitu sempit. Pada setiap detiknya, tentu akan ada kelahiran baru yang akan meningkatkan jumlah penduduk. Hal ini pun berdampak pada WHO (World Health Organization) yang dibentuk oleh PBB dengan kembali mencetuskan penggolongan usia menurut WHO terbaru.

Sebagai badan kesehatan tingkat dunia, WHO memulai peninjauan ulang dengan penyusunan kebijakan kembali dari program sampai segala kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun Departemen Kesehatan RI memiliki penggolongan usia tersendiri, tapi tak ada salahnya pula memahami tentang penggolongan usia menurut WHO.

Kategori Penggolongan Usia WHO

Penggolongan usia menurut WHO jauh lebih ringkas dan sederhana daripada penggolongan usia menurut Depkes. Untuk lebih jelasnya, berikut ini penggolongan usia versi WHO:

  • 0-17 tahun masa anak-anak
  • 18-65 tahun masa pemuda
  • 66-79 tahun masa setengah baya
  • 80-99 tahun masa orang tua
  • 100 tahun ke atas penggolongan usia menurut WHO masa orang tua berusia panjang.

Jika dibandingkan dengan penggolongan usia versi Depkes, memang penggolongan usia menurut WHO tidak terlalu bertele-tele. Sebagai pembanding dengan versi Depkes, berikut ini akan dilampirkan:

  • 0-5 tahun masa balita
  • 5-11 tahun masa kanak-kanak
  • 12-16 tahun masa remaja awal
  • 17-25 tahun masa remaja akhir
  • 26-35 tahun masa dewasa awal
  • 36-45 tahun masa dewasa akhir
  • 46-55 tahun masa lansia awal
  • 56-65 tahun masa lansia akhir
  • 65 tahun ke atas masa manula

Dampak Penggolongan Usia Menurut WHO

Kebanyakan masyarakat Indonesia mungkin lebih ramah dengan penggolongan usia versi Depkes, tetapi tak ada salahnya dengan memahami penggolongan usia menurut WHO untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Lalu, apakah ada dampak dari kategori usia versi WHO? Tentu ada, dampaknya adalah sebagai berikut:

  1. Berdampak pada pemikiran masyarakat

Jika dilihat dari usia 17 tahun yang masih masuk ke dalam masa anak-anak dan usia 65 tahun masih masuk masa pemuda tentu begitu mengejutkan. Bagaimana tidak, jika penggolongan usia tersebut digunakan maka akan ada perbedaan sudut pandang tentang yang usia dewasa dan muda.

  1. Kebijakan kesehatan

Pada segi kebijakan kesehatan tentu harus ditinjau ulang, karena berkenaan dengan usia 65 tahun yang masuk ke dalam masa pemuda. Namun, pada dasarnya penggolongan usia  menurut WHO tersebut masuk ke dalam golongan masa pemuda, karena pada usia 65 tahunmasyarakat masih mampu melakukan ativitas dengan baik.

Itulah penjabaran tentang penggolongan usia menurut WHO yang terbaru. Hal positif dengan adanya penggolongan usia dengan lima kategori, akan mampu membuat kualitas kesehatan dan harapan hidup lebih tinggi. Untuk itu, yuk mari berpindah ke kategori usia menurut WHO secara perlahan.