Pengelolaan Dan Penataan TPU di Jakarta Pusat

Jakarta Pusat memiliki 4 tempat pemakaman umum yang dikelola oleh pemerintah daerah.

Keempat TPU di Jakarta Pusat adalah

  • TPU Karet Bivak,
  • TPU Karet Tengsin,
  • TPUPetamburan,
  • dan TPU Kawi-kawi.

Masing-masing TPU yang ada di Jakarta Pusat ini memiliki luas yang berbeda-beda.

Yang paling luas adalah TPU Karet Bivak dengan luas mencapai 16 hektar sedangkan yang paling kecil adalah TPU Petamburan yang luasnya hanya sekitar 1 hektar.

Dari keempatnya, sudah sangat sempit lahan kosong untuk bisa dijadikan pemakaman ketika ada warga yang meninggal.

Hal ini juga dirasakan di berbagai daerah Ibu Kota lainnya seperti TPU di Jakarta Utara, Jakarta Barat, atau Jakarta Selatan.

Ketersediaan lahan makam di Ibu Kota menjadi pekerjaan rumah yang begitu besar dari pemerintah setempat mengingat warga yang telah meninggal harus mendapatkan tempat peristirahatan terakhir sesegera mungkin.

Harga Sewa makam yang murah menjadikan TPU sebagai piliha utama pemakaman warga jakarta,

Walaupun ada pemakaman swasta seperti Sandiegohills atau Makam Al azhar namun harganya sangatlah mahal

Semua TPU di Jakarta Pusat mendapatkan perhatian pengelolaan dan penataan yang cukup baik.

Baru-baru ini, terdengar kabar pula yang cukup menggembirakan bagi warga Jakarta khususnya Jakarta Pusat terkait pengelolaan tempat pemakaman umum.

Yang menjadi kabar gembira dari pengelolaan tempat pemakaman umum di Jakarta Pusat antara lain sebagai berikut:

Penataan TPU

Kasi pemakaman menyebutkan bahwa tahun 2017 ini Jakarta Pusat akan mendapatkan dana hingga 2 milyar untuk penataan tempat pemakaman umum.

Penataan ini akan mencakup 3 TPU yang ada di Jakarta yaitu semua TPU kecuali TPU Karet Bivak.

Penataan ini berupa perawatan area pemakaman, penyeragaman nisan agar lebih menarik dan seragam serta juga penerapan sistem rumput.

Perlu diketahui, sistem rumput dari area pemakaman bukan hanya sekadar memperindah dan memperhijau tampilan makam.

Manfaat tambahan yang didapatkan memang berupa tampilan makam yang lebih seragam dan tidak menyeramkan.

Namun, manfaat yang dicari paling utama agar semakin banyak area resapan air di area pemakaman.

Jika makan ditembok, maka tentu bisa mengurangi daerah resapan air.

Pendataan makam

Makam yang ada di Jakarta Pusat akan terus didata dan dievaluasi.

Hal ini mengingat semakin banyak ditemukannya makam tanpa isi yang marak terjadi di seluruh wilayah di Jakarta.

Ya, makam tanpa isi atau banyak yang menyebut makam fiktif ini merupakan fenomena unik yang terjadi di Jakarta.

Banyak warga yang berebut membeli lahan makam jauh-jauh hari agar tidak kehabisan ketika membutuhkannya.

Cara ini tentunya melanggar aturan.

Dan pemerintah siap terus menertibkan makam tanpa isi agar ketersediaan lahan makam semakin bisa terasa.

Pengelolaan ini penting sekali dilakukan.

Bahkan, menurut warga fenomena ini telah berlangsung sejak lama dan melibatkan banyak pihak termasuk pihak pegawai negeri sipil.

Namun sekarang, telah dilakukan perubahan pengelolaan yang lebih baik dan jika ditemukan makan fiktif maka akan langsung dibongkar.

Contohnya sudah banyak, ketika ditemukan makam fiktif akan langsung dibongkar agar bisa digunakan untuk orang yang sedang membutuhkan.

Antisipasi Pungli

Pemerintah memperbaiki sistem izin sewa lahan makam dengan pelayanan satu atap dan penerapan sistem online.

Warga Jakarta Pusat dan daerah lainnya akan bisa menikmat sistem ini agar bisa mengantisipasi pungutan liar terkait izin lahan makam.

Bahkan, cara online juga memudahkan karena wagra Jakarta tidak harus datang langsung ke kantor hanya untuk membayar retribusi sewa lahan makam keluarganya.

Itulah tadi ulasan mengenai pengelolaan dan penataann yang ada diseluruh TPU di Jakarta Pusat.

Semoga dengan dibuatkannya artikel ini bisa membantu Anda yang mencari informasi terkait tempat pemakaman umum yang ada di Jakarta Pusat.