5 Cara Merawat Tanaman Porang Agar Cepat Panen

Cara Merawat Tanaman Porang Agar Cepat Panen – Tanaman porang merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian yang mulai banyak dikenal oleh masyarakat dan mulai banyak dibudidayakan di Indonesia. Hal ini terjadi karena umbi porang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan menjadi komoditas ekspor yang sangat menguntungkan.

Bahkan saat ini umbi porang asal Indonesia telah diekspor ke berbagai negara seperti Jepang, China, Taiwan, Korea, Australia, Vietnam dan masih banyak lagi. Umbi porang basah biasanya dihargai pada kisaran Rp 9.000 hingga Rp10.000 per kilogramnya. Sementara itu, porang kering dihargai pada kisaran Rp 200.000 sampai Rp 300.000 per kilogram. 

Umbi porang dikenal kaya akan kandungan zat glucomannan yaitu salah satu jenis serat yang mudah larut dalam air sehingga mudah untuk dicerna. Kandungan ini membuat umbi porang bermanfaat untuk mengontrol berat badan, menurunkan kolesterol, mengatasi diabetes, dan sebagai prebiotik.

Sebelum diekspor, umbi porang biasanya diolah terlebih dahulu menjadi bentuk chip ataupun tepung. Setelah menjadi tepung, selanjutnya porang digunakan dalam pembuatan mie shirataki, bakso, jelly, dan bahan baku industri. 

Cara Merawat Tanaman Porang Agar Cepat Panen

Dilihat dari banyaknya manfaat umbi porang, membudidayakan tanaman porang tentu bisa menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan. Agar tanaman porang Anda bisa tumbuh dengan optimal serta menghasilkan umbi yang besar, yuk simak cara merawat tanaman porang berikut ini!

1. Penyiangan

Pastikan tanaman porang terhindar dari gulma dengan melakukan penyiangan secara rutin. Penyiangan merupakan proses pembersihan gulma atau rumput-rumput yang tumbuh di sekitar tanaman porang. Keberadaan gulma ini bisa mengganggu proses penyerapan nutrisi oleh tanaman porang, sehingga pertumbuhannya bisa terganggu.

Proses penyiangan ini bisa Anda lakukan secara manual dengan menggunakan tangan maupun dengan menyemprotkan bahan kimia herbisida. Sisa-sisa gulma kemudian dikumpulkan menjadi satu lalu ditimbun dalam tanah agar membusuk dan dijadikan sebagai pupuk kompos.

2. Peninggian Guludan

Langkah selanjutnya yaitu dengan meninggikan guludan. Cara ini dilakukan dengan cara menimbun pangkal batang porang dengan menggunakan tanah yang ada di sekitarnya. Hal ini dilakukan agar batang porang bisa berdiri dengan tegak sekaligus agar umbi porang bisa berkembang lebih besar.

Selain itu, gundukan tanah pada tanaman porang juga berguna untuk menghindarkannya dari genangan air yang bisa menyebabkan umbi porang membusuk.

3. Pemupukan | Cara Merawat Tanaman Porang Agar Cepat Panen

Dalam budidaya tanaman porang, dilakukan dua kali proses pemupukan yaitu sebelum porang ditanam dan saat tanaman porang sudah mulai tumbuh. Tahapan pertama pemupukan ini menggunakan jenis pupuk organik kompos yang diletakkan di dalam lubang tanam.

Sementara itu, proses pemupukan yang kedua ini bisa digunakan pupuk organik organik (pupuk kompos atau pupuk kandang) ataupun dengan menggunakan pupuk anorganik NPK/TSP. Dibandingkan dengan pupuk organik, dosis pemberian pupuk anorganik pada tanaman porang cenderung lebih sedikit.

4. Penjarangan

Jika sudah ada terlalu banyak tanaman porang dalam satu lubang tanam, maka porang perlu dilakukan tahapan penjarangan. Hal ini bisa terjadi karena tanaman porang bisa menghasilkan 3 hingga 4 batang porang dalam satu lubang tanam tanam.

Proses penjarangan ini bertujuan agar umbi porang bisa berkembang lebih besar. Tentunya cara ini sangat tepat saat Anda membudidayakan umbi porang pada lahan terbuka.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

Agar bisa tumbuh dengan optimal, Anda wajib menjaga kondisi kesehatan tanaman porang dengan baik. Perlu diwaspadai semua jenis hama dan penyakit yang mungkin menyerang tanaman yang satu ini. Terutama penyakit layu fusarium yang biasanya menyarang tanaman porang.

Anda bisa mencegah hama dan penyakit tanaman porang dengan cara menyemprotkan larutan fungisida dan insekstisida secara berkala. Jika ada beberapa tanaman porang yang sudah menunjukkan gejala-gejala awal terserang hama ataupun penyekit, Anda harus melakukan pengendalian secara cepat agar tidak menyebar ke tanaman lainnya.

Demikian tadi beberapa cara merawat tanaman porang agar bisa tumbuh dengan optimal serta menghasilkan umbi yang besar. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda mengenai cara budidaya tanaman porang. Jangan lupa kunjungi website kami untuk mendapatkan informasi dan update menarik lainnya.