Yuk Ketahui, Manfaat Minyak Nabati Untuk Kesehatan!

Apakah kalian mengetahui manfaat minyak nabati? Berdasarkan sumbernya, lemak dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu lemak hewani dan lemak nabati. Lemak nabati sering disebut-sebut sebagai sumber lemak sehat dengan manfaat lebih dari lemak hewani. Namun, apakah itu benar?

Yuk, simak informasi berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang lemak nabati dan manfaat minyak nabati untuk kesehatan.

Apa Itu Lemak Nabati?

Lemak nabati adalah lemak yang berasal dari biji atau bagian lain dari tanaman. Seperti lemak hewani, lemak nabati juga bisa berbentuk padat atau cair pada suhu kamar. Lemak cair lebih dikenal sebagai minyak nabati.

Produsen membuat minyak nabati dengan mengambil minyak dari bagian tanaman tertentu. Proses ini dapat dilakukan secara mekanis dengan menghancurkan biji tanaman atau secara kimia menggunakan pelarut.

Produsen kemudian dapat memurnikan minyak yang telah diekstraksi dari pabrik. Jika perlu, produsen minyak juga dapat melakukan pemurnian lebih lanjut atau mengubah sifat minyak nabati menggunakan bahan kimia.

Secara kimiawi, lemak nabati tidak berbeda dengan lemak hewani yang sama-sama tersusun dari trigliserida. Minyak nabati juga mengandung lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda, serta lemak trans (pada produk tertentu).

Minyak nabati yang kaya akan lemak tak jenuh antara lain minyak zaitun, minyak bunga matahari, minyak canola, dan minyak kedelai. Sedangkan minyak yang mengandung lemak jenuh tinggi adalah minyak kelapa, minyak sawit, dan minyak inti sawit.

Manfaat Minyak Nabati Untuk Kesehatan

manfaat minyak nabati

Berikut beberapa manfaat minyak nabati yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi minyak nabati.

1. Mengontrol kadar kolesterol

Manfaat minyak nabati yang pertama yaitu dapat mengontrol kadal kolesterol. Minyak nabati merupakan sumber lemak tak jenuh, terutama dalam bentuk omega-3 dan omega-6. Contoh minyak yang paling banyak mengandung kedua nutrisi ini adalah minyak wijen, minyak biji anggur, minyak safflower, dan minyak bunga matahari.

Omega-3 dan omega-6 dapat membantu menurunkan kolesterol jahat LDL (low-density lipoprotein) dan mengontrol kolesterol darah total ke tingkat yang lebih sehat. Dengan cara ini, mereka juga membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

2. Menjaga kesehatan dan fungsi otak

Manfaat minyak nabati -Minyak kacang tanah dan minyak almond, tidak hanya kaya akan lemak omega-3, tetapi juga vitamin E. Asupan omega-3 dan vitamin E yang cukup merupakan kombinasi yang tepat untuk kesehatan fungsi otak.

Omega-3 membantu membentuk mielin, yang merupakan selubung lemak yang melindungi saraf dan mempercepat sinyal saraf. Sedangkan vitamin E berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas.

3. Membantu menjalankan berbagai fungsi tubuh

Manfaat minyak nabati Selain memberikan cadangan energi bagi tubuh, lemak juga memiliki banyak fungsi lainnya. Lemak dari minyak nabati bisa menjadi bantalan yang melindungi organ vital, menghangatkan tubuh, dan membantu menjalankan fungsi sel.

Tubuh juga membutuhkan lemak untuk menjalankan fungsi sistem kekebalan tubuh dan untuk membuat hormon penting. Tanpa asupan lemak yang cukup, tubuh Anda tidak dapat melakukan semua fungsi penting ini.

4. Membantu penyerapan vitamin

Manfaat minyak nabati – Vitamin dibagi menjadi dua kelompok, yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air. Vitamin yang tergolong larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E, dan K. Sedangkan vitamin yang larut dalam air terdiri dari vitamin B kompleks dan C.

Meski Anda sering mengonsumsi vitamin, tubuh tidak akan bisa menyerapnya jika Anda kekurangan asupan lemak. Menambahkan minyak nabati ke dalam diet harian Anda adalah cara termudah untuk memenuhi kebutuhan lemak Anda.

Memilih Produk Minyak Nabati Olahan yang Tepat

Meski lebih sehat dibandingkan lemak hewani, lemak nabati juga berdampak negatif bagi kesehatan, terutama lemak nabati yang telah mengalami proses pemurnian, seperti minyak nabati.

Hal ini dikarenakan proses pemurnian minyak nabati dapat menghilangkan kandungan fitosterol yang merupakan unsur penting.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih produk minyak nabati adalah memastikan produk tersebut tidak mengandung lemak jenuh. Anda bisa membaca kandungan produk pada label kemasan.

Lemak nabati memiliki banyak manfaat, namun hindari mengonsumsi lemak ini secara berlebihan. Anda juga harus menyeimbangkannya dengan nutrisi lain, termasuk lemak hewani, karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

Pilihan Minyak Nabati yang Lebih Sehat

Tidak semua minyak nabati perlu dijauhi. Beberapa jenis minyak nabati justru mengandung lemak tak jenuh yang sehat bagi tubuh. Asupan lemak tak jenuh yang cukup dapat membantu pertumbuhan sel-sel tubuh, menjaga berat badan ideal, meningkatkan sensitivitas insulin, serta mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung.

Berikut ini adalah jenis minyak nabati yang baik untuk kesehatan:

1. Minyak zaitun

Minyak zaitun memiliki kandungan lemak tak jenuh dan antioksidan yang tinggi. Sekitar 70% lemak dalam minyak zaitun adalah lemak tak jenuh. Salah satu jenis lemak sehat yang terdapat dalam minyak zaitun adalah asam lemak omega-3. Tak hanya itu, minyak zaitun juga mengandung vitamin E dan vitamin K.

2. Minyak canola

Minyak canola bisa dibilang jenis minyak nabati yang paling sedikit mengandung lemak jenuh. Hanya dengan menggunakan 1 sendok makan minyak canola untuk memasak, Anda sudah mendapatkan 125 kalori dan sekitar 12% vitamin E dan vitamin K yang dibutuhkan setiap hari.
Bahkan, sebuah penelitian menyebutkan bahwa konsumsi minyak canola dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

3. Minyak jagung

Minyak nabati lain yang baik untuk digunakan adalah minyak jagung. Sama seperti minyak zaitun, minyak jagung juga diperkaya dengan lemak tak jenuh dan vitamin E yang cukup banyak. Satu sendok makan minyak jagung mengandung sekitar 120 kalori.

Berdasarkan sebuah penelitian, konsumsi minyak jagung diketahui memiliki efek yang baik, dimana minyak nabati jenis ini dipandang dapat menurunkan risiko kolesterol tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.

Apakah lemak nabati lebih sehat dari lemak hewani?

Benar tidaknya lemak itu tergantung dari jenis lemak itu sendiri, bukan sumbernya. Meski minyak nabati biasanya lebih menyehatkan, namun tak dipungkiri produk tersebut juga mengandung lemak jenuh yang tidak baik untuk tubuh.

Beberapa produk minyak dari tumbuhan bahkan mengandung lemak trans yang berasal dari proses hidrogenasi. Berbagai penelitian telah membuktikan kaitan antara konsumsi lemak trans dengan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, dan masih banyak lagi.

Jadi, jangan asal pilih minyak nabati karena menurut Anda produk ini pasti lebih sehat daripada produk hewani. Kuncinya adalah memilih sumber lemak tak jenuh dan omega-3 dan membatasi asupan lemak jenuh.

Sebagai panduan, berikut rekomendasi mengenai konsumsi makanan berlemak oleh The American Heart Association’s Nutrition Committee.

  • Mengkonsumsi lemak sekitar 25-35 persen dari total kalori dalam sehari yang berasal dari ikan, minyak zaitun, minyak jagung, dan kacang-kacangan.
  • Membatasi jumlah lemak jenuh maksimal 6% dari total kalori dalam sehari. Jika dalam sehari Anda mengonsumsi 2000 kkal, makanan yang mengandung lemak jenuh tidak boleh dikonsumsi lebih dari 16 gram.
  • Batasi lemak trans hanya 1% dalam satu hari. Jika kebutuhan kalori harian Anda adalah 2000 kkal, sebaiknya konsumsi lemak trans tidak lebih dari 2 gram.
  • Meningkatkan konsumsi lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda, dan asam lemak omega-3.
    Seperti lemak hewani, lemak nabati yang diklaim menyehatkan juga memiliki kelebihan dan kekurangan. 

Pastikan Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar dan seimbangkan dengan nutrisi lain untuk menjaga kesehatan.

Demikian ulasan mengenai manfaat minyak nabati. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua. See you and keep healthy ^^