5 Argumen Kenapa Punyai Sedikit Mainan Anak 3 Tahun Rupanya Lebih Baik Untuk Perubahan Balita

5 Argumen Kenapa Punyai Sedikit Mainan Anak 3 Tahun Rupanya Lebih Baik Untuk Perubahan Balita

Punyai sedikit mainan anak 3 tahun berpengaruh positif untuk tumbuh berkembang maksimal balita

Walaupun penting untuk memberikan dukungan tumbuh berkembangnya, punyai kebanyakan mainan balita rupanya membuat buah kesayangan tidak dapat belajar dengan optimal lho, Mam.

Sama seperti hasil riset yang dikutip oleh jurnal akademis Infant Behaviour and Developmen, di mana balita yang mempunyai semakin sedikit mainan akan memperoleh waktu bermain yang lebih berkualitas dan berguna untuk perubahan kognitif.

Yok Mam, baca sampai usai untuk tahu imbas punyai sedikit mainan untuk balita.

1. Mempertajam Kreasi dan Kekuatan Perpecahan Permasalahan

Alexia Metz, terapi okupasi dan associate proffesor di University of Toledo, Amerika Serikat, pernah lakukan riset yang memperlihatkan jika balita yang disiapkan banyak mainan condong gampang teralihkan perhatiannya.

Sementara balita yang cuman disiapkan empat mainan condong bermain semakin lama, dan memperlihatkan kenaikan dalam pengembangan, kemandirian, khayalan, permainan peranan, gestur diri, koordinir motorik lembut, dan perpecahan permasalahan.

2. Bertanggung Jawab Pada Barang

Sebagai imbas punyai sedikit mainan, biasanya balita belajar bertanggungjawab dan waspada supaya mainannya tidaklah sampai lenyap dan tidak cepat hancur.

Punyai kebanyakan mainan membuat balita kurang menghargakan nilai barang yang dipunyai sebab menganggap selalu bakal ada substitusinya.

Jadi jika Sang kecil kelihatan kerap menghancurkan mainan, Mam bisa coba taruh mayoritas mainan dan diamkan ia memakai sedikit mainan saja.

3. Condong Lebih Sukai Membaca, Menulis, dan Berkesenian

Seperti disebutkan situs Becoming Minimalist, mempunyai sedikit mainan balita membuat Sang kecil lebih nikmati kegiatan pengisi lain waktu seperti membaca buku, bermain musik, atau menggambar, dan melakukan aktivitas di luar ruang.

Mereka condong semakin banyak berhubungan dengan anak dan orang dewasa lain, hingga kekuatan sosial dan interpersonalnya bisa mengalami perkembangan lebih cepat.

4. Bentang Perhatian Lebih Panjang

Masih dari riset yang sudah dilakukan Alexia Metz dan rekanan penelitinya, balita yang punyai banyak mainan condong tidak konsentrasi dan gampang teralihkan perhatiannya.

Selainnya dapat bermain semakin lama, balita yang punyai sedikit mainan memperlihatkan 1.5x semakin banyak hubungan dengan mainannya dalam beragam langkah berlainan.

5. Punyai Lebih Banyak Masa lalu Cantik

Menurut psikiater sosial dan ahli parenting Susan Newman, seperti diambil dari psychologytoday.com, tidak membelikan banyak mainan balita membuat orangtua mempunyai peluang semakin besar untuk lakukan beragam kegiatan yang mengeratkan jalinan keluarga dan membuat masa lalu cantik.

Thomas Gilovich, psikiater dari Cornell University, Amerika Serikat, menjelaskan jika balita yang banyak memiliki masa lalu cantik periode kecil akan tumbuh jadi orang dewasa yang lebih berbahagia.

Setujukah Mam, jika balita seharusnya tidak punyai kebanyakan mainan atau handphone?