7 Syarat Agar Menjadi Seorang Pendongeng

Sahabat, tahukah bahwa untuk menjadi seorang pendongeng, sama seperti berbagai profesi lainnya yang memiliki syarat dan ketentuan agar bisa sukses dan profesional? Nah, syarat apa saja ya kira-kira yang diperlukan agar bisa menjadi seorang pendongeng?

Syarat Agar Menjadi Seorang Pendongeng

Coba cek 7 syarat berikut ini apakah ada dalam diri Sahabat? Jika ada 5 saja dari 7 syarat ini yang Sahabat telah miliki, selamat … Sahabat sudah bisa memasuki dunia profesional sebagai seorang pendongeng.

1. Syarat pertama adalah memiliki kemampuan berekspresi yang baik

Seorang pendongeng menjadikan ekspresi dan mimik wajahnya sebagai media untuk mendeliver pesan. Oleh sebab itu jika Sahabat ingin menjadi seorang pendongeng profesional, pastikan Sahabat sering berlatih memainkan mimik wajah.

Bagaimana cara menampilkan wajah sedih, wajah marah, wajah takut, wajah kecewa, dan berbagai ekspresi lainnya. Dengan kemampuan mengontrol mimik wajah yang baik, seorang pendongeng akan lebih mudah menyampaikan pesan dalam ceritanya ketimbang pendongeng yang ekspresi wajahnya kaku dan flat.

2. Memiliki kemampuan gestur tubuh yang baik

Nah, sama seperti seorang yang jago berpantomim … walaupun tidak memainkan ekspresi wajah, namun gestur tubuh yang baik dan tepat juga bisa mendeliver pesan ke pemirsa yang menyaksikannya.

Pendongeng pun dituntut untuk memiliki gestur tubuh yang tepat, bahkan gestur boneka yang dimainkannya pun perlu dipelajari juga agar lebih hidup dalam membawakan dongeng di hadapan penonton.

3. Memiliki olah vokal yang jelas

Seorang pendongeng tentu saja modal utamanya adalah suara. Tidak sekadar suara yang volumenya besar atau nyaring, melainkan artikulasi dalam mengucapkan kata-kata juga harus biss terucap jelas.

Bayangkan kalau seorang pendongeng bicara dengan terbata-bata, volume suara kecil, dan artikulasi suara tidak jelas, tentu akan sangat sulit menangkap pesan yang ingin disampaikannya. Lalu jika kondisinya seperti itu, siapa yang akan menyewa jasa dongengnya?

4. Bisa menghandle penonton dari berbagai kalangan

Penonton pertunjukkan tentunya tidak homogen, justru sebaliknya … sangat heterogen. Mulai dari latar belakang usia, pendidikan, jenis kelamin, bahkan juga RAS yang berbeda-beda. 

Sebagai pendongeng, seseorang perlu memiliki keterampilan menghandle penonton dari berbagai lapisan untuk mengantisipasi keragaman pemirsa yang akan dihadapi.

5. Menguasai setiap cerita yang dibawakan dengan amat baik

Kekuatan pendongeng ada pada cerita yang dibawakannya. Oleh karena itu seorang pendongeng harus memahami dan menguasai benar setiap cerita yang akan dibawakan ketika perform.

Jika sudah mampu membawakan cerita dengan baik, maka seseorang bisa mendapat pengakuan sebagai storyteller atau pendongeng yang ulung.

6. Memiliki attitude yang baik

Pendongeng merupakan seorang penyampai pesan, terutama dalam hal kebaikan, jika dirinya sendiri tidak memiliki attitude yang baik, misalnya memperlakukan anak-anak dengan kasar … berkata jorok, melakukan hal yang tidak tahu malu atau menyimpang, maka siapa yang akan mempercayainya perform terutama di hadapan anak-anak? 

Attitude buruk sudah pasti akan membawa pengaruh besar untuk jasa dongeng yang ia tawarkan sendiri pada masyarakat.

7. Bisa melempar lelucon dan memecah kekakuan

Tidak bisa disangkal, cerita dongeng selain menyampaikan pesan namun juga bersifat menghibur, sehingga seorang pendongeng yang baik akan mempunyai sisi humoris yang kental.

Bisa melempar jokes pada anak-anak maupun dewasa, bisa memecah kekakuan penonton atau ice breaking, merupakan standar basic yang perlu dikuasai oleh pendongeng.

Jadi bagaimana Sahabat? Apakah ada syarat-syarat di atas yang telah Sahabat penuhi?

Hmmm … menarik ya beberapa persyaratan yang perlu dimiliki untu menjadi seorang pendongeng, bagi Sahabat yang tertarik mendalami tentang dongeng, ikuti berbagai pelatihan mendongeng baik online maupun offline, yang direkomendasikan di website resmi di www.dongengceria.org.